Penjualan tiket Piala Dunia 2026 kembali terganggu akibat kendala teknis dari FIFA. Masalah muncul ketika fase “last-minute sales” dibuka Rabu waktu setempat. Sejumlah calon pembeli diarahkan ke antrean berbeda yang sebenarnya ditujukan untuk suporter negara yang baru lolos sehari sebelumnya.
Selain pengalihan tautan, antrean pembelian berjalan sangat lambat. Beberapa pengguna yang masuk sejak awal bahkan menunggu hingga 90 menit tanpa kejelasan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan frustrasi bagi penggemar yang ingin mendapatkan tiket secara langsung.
FIFA belum menjelaskan secara rinci penyebab kesalahan pengalihan ini. Namun sekitar tengah hari, mereka menyatakan bahwa sistem penjualan sudah kembali normal. Meski begitu, masalah ini menambah sorotan terhadap proses distribusi tiket turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Penjualan Tiket Bertahap dan Dinamis
FIFA menegaskan bahwa tiket untuk 104 pertandingan akan dijual secara bertahap. Tahap ini merupakan fase kelima setelah beberapa tahap sebelumnya, termasuk undian pra-penjualan dan periode penjualan terbatas. Pada tahap terakhir, pembeli dapat memilih kursi secara spesifik, bukan sekadar kategori harga.
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
DOWNLOAD SEKARANG
Sistem harga dinamis juga diterapkan, sehingga harga tiket bisa berubah sesuai permintaan. Setelah pengundian 5 Desember, harga tiket berkisar antara 140 hingga 8.680 dolar AS. Mekanisme ini bertujuan menyesuaikan permintaan tinggi, tapi menimbulkan kekhawatiran soal keterjangkauan.
Dengan adanya sistem ini, suporter yang ingin menonton langsung pertandingan perlu lebih cepat dan cermat dalam membeli. Strategi penjualan bertahap membuat peluang bagi sebagian suporter terbatas, meski mereka bisa memanfaatkan pasar resale resmi yang dikelola FIFA.
Baca Juga: Alex Fitzpatrick Raih Kemenangan Dramatis di Indian Open
Kritik dan Akses Terbatas
Kebijakan harga dinamis menuai kritik dari berbagai pihak. Sebanyak 69 anggota parlemen Partai Demokrat Amerika Serikat menilai mekanisme ini bertentangan dengan misi FIFA untuk membuat sepak bola inklusif. Mereka khawatir Piala Dunia 2026 menjadi turnamen yang paling mahal dan sulit diakses secara luas.
Sebagai respons, FIFA menyiapkan tiket seharga 60 dolar untuk suporter paling loyal dari setiap negara peserta, dengan kuota 400 hingga 700 tiket per tim di setiap pertandingan. Namun, jumlah ini tentu tidak mencukupi bagi permintaan global yang tinggi.
Selain itu, lonjakan harga di pasar sekunder tetap menjadi sorotan. Kelompok suporter telah melayangkan keluhan resmi ke Komisi Eropa. Meski ada pasar resale resmi, harga tetap naik tinggi karena permintaan yang sangat besar, menimbulkan ketidakpuasan bagi penggemar.
Daftar Peserta Lengkap dan Resale
Dengan lolosnya Bosnia dan Herzegovina, Republik Kongo, Republik Ceko, Irak, Swedia, dan Turki, daftar peserta Piala Dunia 2026 kini lengkap. Seluruh 48 tim siap berlaga di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Suporter dari negara yang gagal lolos, seperti Italia, Polandia, Denmark, Jamaika, dan Bolivia, kini bisa menjual kembali tiket yang sudah dibeli melalui pasar resmi.
Hal ini memberikan opsi meski harga resale tetap menjadi masalah. Gianni Infantino menegaskan tingginya minat terhadap tiket. Ia menyebut permintaan setara 1.000 edisi Piala Dunia sekaligus. Namun, belum diketahui berapa banyak yang berasal dari kategori tiket paling terjangkau.
Situasi ini menunjukkan bahwa FIFA perlu memperbaiki sistem agar semua suporter bisa menikmati turnamen dengan lebih adil dan transparan. Ayo Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengetahui perkembangan berita olahraga menarik lainnya di tribunsports.com.
