LIV Golf menghadapi gugatan hukum dari Long Island Spirits Inc perusahaan distileri asal Long Island, Amerika Serikat. Gugatan diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur New York pada Senin, 23 Maret 2026. Perusahaan menuduh penggunaan merek “LIV” oleh liga golf tersebut melanggar hak dagang yang telah mereka daftarkan sejak 2007.
Dokumen gugatan menyebut LIV Golf melanggar hukum merek dagang federal serta aturan negara bagian New York. Long Island Spirits meminta pengadilan melarang LIV Golf menggunakan nama “LIV” pada penjualan produk minuman beralkohol maupun apparel. Gugatan ini juga menuntut ganti rugi dengan jumlah yang belum dirinci, mengacu pada persaingan tidak sehat.
Perusahaan menilai aktivitas komersial LIV Golf menimbulkan kebingungan konsumen dan distributor, serta berdampak negatif pada penjualan produk mereka. Hal ini membuat Long Island Spirits khawatir bahwa reputasi dan nilai merek “LIV” yang telah dibangun selama bertahun-tahun terancam.
Produk LIV Golf Jadi Sorotan
Salah satu alasan gugatan adalah ekspansi LIV Golf ke sektor minuman beralkohol. Liga golf tersebut meluncurkan produk seperti LIV Clubhouse Cooler, koktail berbasis vodka dengan campuran lemon, basil, dan mint. Selain itu, ada produk “Have a Beautiful Day,” vodka dengan rasa segar yang dikaitkan dengan warna khas LIV.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Long Island Spirits menegaskan bahwa merek “LIV” milik mereka sudah lama digunakan dan terdaftar secara resmi. Perusahaan menilai langkah LIV Golf ini berpotensi merusak citra merek mereka dan memicu kebingungan di pasar minuman beralkohol dan apparel. Strategi pemasaran besar-besaran LIV Golf yang disebut mencapai miliaran dolar turut memperkuat dampak negatif dugaan pelanggaran tersebut.
Dengan produk alkohol dan apparel yang bersinggungan langsung dengan bisnis Long Island Spirits, gugatan ini menekankan risiko bagi reputasi merek yang sudah mapan. Perusahaan berharap pengadilan memberikan keputusan yang melindungi hak dagang mereka.
Baca Juga: Ferrari dan Red Bull Kejar Mercedes dengan Paket Peningkatan Besar
Kasus Serupa yang Pernah Terjadi
Kasus ini bukan pertama kali LIV Golf menghadapi tuduhan pelanggaran merek. Pada Juni 2025, Stinger Tees Inc. di Ohio menggugat tim Stinger GC terkait dugaan pelanggaran merek dagang. Selain itu, pada Juni 2023, perusahaan asal Argentina, Cool Brands Supply, menggugat LIV Golf dan tim HyFlyers GC terkait kemiripan logo dengan merek apparel mereka.
Kasus tersebut akhirnya dicabut pada Januari 2024. Riwayat gugatan sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan nama atau logo oleh LIV Golf dalam berbagai produk sering menjadi perhatian hukum.
Hal ini menimbulkan tekanan bagi liga untuk meninjau strategi branding dan ekspansi produknya agar tidak menimbulkan sengketa lebih lanjut. Tahap mediasi untuk kasus Long Island Spirits dijadwalkan pada 15 April 2026. Sementara itu, LIV Golf belum memberikan tanggapan resmi mengenai gugatan terbaru ini.
Implikasi Hukum dan Bisnis
Jika pengadilan memutuskan mendukung Long Island Spirits, LIV Golf kemungkinan harus menghentikan penggunaan merek “LIV” pada produk minuman dan apparel. Hal ini berpotensi memengaruhi strategi pemasaran dan ekspansi bisnis mereka.
Selain itu, keputusan pengadilan bisa menjadi preseden bagi kasus serupa di masa depan. Industri olahraga dan hiburan yang melibatkan produk komersial harus berhati-hati dalam penggunaan merek agar tidak melanggar hak dagang yang sudah ada.
Sementara itu, pihak penggemar dan investor LIV Golf akan menantikan hasil mediasi. Hasilnya bisa berdampak signifikan pada citra liga, terutama dalam hal memperluas brand ke sektor non-golf seperti minuman dan merchandise. Jangan lupa ikuti tribunsports.com untuk mengetahui informasi berita bola menarik lainnya.
