TRIBUNSPORTS.COM – Pembalap Marco Bezzecchi menghadapi tantangan baru jelang MotoGP Brasil 2026. Meski sedang dalam performa terbaik, ia mengaku belum tahu apa yang akan terjadi di sirkuit Goiania.

Kejar 4 Kemenangan Beruntun, Bezzecchi Justru Bingung di MotoGP Brasil!

Bezzecchi saat ini tengah memburu kemenangan keempat secara beruntun di MotoGP. Ia sebelumnya meraih kemenangan di Portimao dan Valencia musim lalu, lalu melanjutkan tren positif tersebut dengan kemenangan di seri pembuka musim 2026 di Thailand.

Namun, pembalap tim Aprilia Racing itu menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlalu percaya diri menghadapi balapan di Brasil.

Pasalnya, sirkuit Goiania merupakan trek yang relatif baru bagi para pembalap MotoGP, bahkan terakhir kali menggelar balapan kelas utama pada 1989.

Trek Baru Jadi Tantangan Besar

Bezzecchi mengaku belum memiliki gambaran jelas mengenai karakter lintasan tersebut karena belum pernah mencobanya dengan motor.

“I have no idea what to expect,” ujar Bezzecchi.

Sejauh ini, ia baru mencoba memahami trek dengan berjalan kaki. Meski demikian, ia mengaku cukup terkesan dengan layout sirkuit Goiania.

Menurutnya, trek tersebut memiliki karakter cepat dan berpotensi menjadi salah satu lintasan tercepat di kalender MotoGP.

Berdasarkan simulasi, Goiania diprediksi hanya kalah cepat dari beberapa sirkuit top seperti Phillip Island, Buriram, Silverstone, dan Mugello.

Aprilia Punya Modal Kuat

Kecepatan lintasan ini sebenarnya bisa menjadi keuntungan bagi Aprilia. Pasalnya, pabrikan asal Noale tersebut memiliki catatan bagus di beberapa trek cepat.

Meski begitu, Bezzecchi tetap memilih realistis.

Ia menyebut bahwa timnya masih terus melakukan pengembangan motor RS-GP agar bisa tampil konsisten sepanjang musim.

“Pabrikan bekerja sangat keras, jadi kita lihat saja nanti,” katanya.

Bezzecchi juga menyoroti sektor tiga sebagai bagian paling menarik dari sirkuit Goiania, terutama untuk duel antar pembalap.

Momentum Positif Bezzecchi

Performa Bezzecchi memang sedang menanjak. Pada musim 2025, ia berhasil finis di posisi ketiga klasemen dunia, yang menjadi pencapaian terbaik bagi Aprilia.

Momentum tersebut berlanjut di musim 2026, meski sempat melakukan kesalahan saat Sprint Race di Thailand.

“I made a mistake in the Sprint, but on Sunday I felt amazing,” ujarnya.

Ia mengaku sangat nyaman dengan motor dan mampu tampil cepat saat balapan utama.

Tertinggal dari Acosta

Meski tampil impresif, Bezzecchi masih harus mengejar ketertinggalan dari pimpinan klasemen sementara, Pedro Acosta.

Saat ini, ia tertinggal tujuh poin dari pembalap KTM tersebut.

MotoGP Brasil pun menjadi peluang penting bagi Bezzecchi untuk memangkas jarak sekaligus menjaga tren kemenangan beruntun.

Ujian Sesungguhnya di Brasil

MotoGP Brasil 2026 akan menjadi ujian besar bagi semua pembalap, terutama karena karakter sirkuit yang belum familiar.

Bagi Bezzecchi, ini bukan hanya soal mempertahankan performa, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan cepat.

Jika berhasil, bukan tidak mungkin ia akan mencatatkan kemenangan keempat secara beruntun dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai kandidat kuat juara dunia musim ini.

Namun jika gagal, momentum yang sudah dibangun sejak akhir musim lalu bisa saja terhenti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *