Keith Thurman melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit yang menghentikan pertarungannya melawan Sebastian Fundora. Menurutnya, keputusan tersebut terlalu cepat dan tidak memberinya kesempatan untuk melanjutkan laga hingga titik yang lebih meyakinkan. Ia merasa masih mampu bertahan meski kondisi fisiknya tampak cukup parah di atas ring.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Thurman terlihat mengalami luka di wajah, mulai dari memar hingga bengkak. Namun, ia menegaskan bahwa kondisinya tidak separah yang terlihat. Baginya, cedera seperti itu masih dalam batas wajar bagi seorang petinju profesional.
Thurman juga menyayangkan keputusan wasit yang dianggapnya terlalu berhati-hati. Ia menilai bahwa dalam pertarungan besar, seorang petinju seharusnya diberi kesempatan lebih untuk menunjukkan daya juangnya sebelum laga dihentikan.
Dominasi Fundora di Atas Ring
Di sisi lain, Sebastian Fundora memang tampil sangat dominan sepanjang pertandingan. Dengan keunggulan tinggi badan dan jangkauan, ia mampu mengontrol ritme pertarungan sejak awal ronde. Tekanan yang terus menerus membuat Thurman lebih banyak berada dalam posisi bertahan.
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
DOWNLOAD SEKARANG
Fundora juga menunjukkan volume pukulan yang tinggi dan konsisten. Serangannya tidak hanya cepat, tetapi juga terarah, sehingga membuat Thurman kesulitan menemukan celah untuk menyerang balik. Hal ini terlihat jelas dari skor juri yang menunjukkan keunggulan mutlak Fundora hingga ronde kelima.
Keunggulan tersebut membuat banyak pihak menganggap penghentian laga sebagai keputusan yang masuk akal. Namun, bagi Thurman, dominasi lawan bukan berarti ia sudah tidak memiliki peluang untuk bangkit.
Baca Juga: Maverick Vinales Bangkit Setelah Operasi Bahu Berjalan Sukses
Keyakinan Thurman untuk Bangkit
Meski tertinggal jauh dalam perolehan angka, Thurman tetap percaya diri bahwa ia masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan. Ia melihat adanya celah dari gaya bertarung Fundora yang mulai terlalu nyaman menyerang dengan pukulan lebar.
Menurut Thurman, kondisi seperti itu sering kali membuka peluang bagi serangan balik yang efektif. Ia mengaku sudah menunggu momen yang tepat untuk melancarkan pukulan penentu, namun kesempatan tersebut tidak pernah datang karena laga terlanjur dihentikan.
Pengalaman panjang Thurman di dunia tinju membuatnya yakin bahwa banyak pertarungan bisa berubah dalam hitungan menit. Oleh karena itu, ia merasa keputusan wasit telah merenggut peluangnya untuk menciptakan kejutan.
Masa Depan Setelah Kekalahan
Kekalahan ini menjadi pengalaman pertama Thurman kalah dengan cara TKO dalam kariernya. Meski begitu, ia memastikan bahwa dirinya belum akan pensiun dari dunia tinju. Justru, ia merasa pertandingan tersebut baru mulai memasuki fase menarik sebelum dihentikan.
Thurman menyebut bahwa suasana arena saat itu semakin panas, dengan penonton yang mulai berdiri dan larut dalam ketegangan. Ia yakin bahwa tambahan waktu beberapa menit saja bisa mengubah jalannya pertarungan secara signifikan.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Fundora yang terus menunjukkan konsistensinya. Namun, kontroversi penghentian laga ini tetap menjadi perbincangan hangat, terutama terkait bagaimana batasan seorang wasit dalam mengambil keputusan di momen krusial. Simak dan ikuti terus informasi olahraga terbaru secara lengkap hanya di tribunsports.com.
