Quarterback Buffalo Bills, Josh Allen, menutup musim kedelapannya di NFL dengan menjalani operasi untuk memperbaiki tulang kaki kanannya yang patah. Meski mengalami cedera, Allen kini siap mengikuti program offseason tim mulai awal April.
Pelatih kepala baru Bills, Joe Brady, menegaskan bahwa kondisi Allen sudah pulih sepenuhnya. “Dia siap bermain. Setelah operasi, Allen bermain seolah tidak ada masalah sama sekali. Ini bukti dia punya ketahanan berbeda,” ujar Brady kepada NFL Network.
Brady juga menekankan antusiasme Allen untuk bekerja sama dengan pemain baru seperti DJ Moore. Quarterback berusia 27 tahun itu terlihat bersemangat menghadapi era baru tim, di bawah arahan Brady yang kini menjadi pelatih kepala untuk pertama kalinya.
DJ Moore Hadir sebagai Senjata Baru Bills
Kedatangan DJ Moore memberi Buffalo kesempatan memiliki WR1 yang handal, sesuatu yang hilang sejak Stefon Diggs diperdagangkan dua tahun lalu. Moore sebelumnya sempat mengalami musim sulit di Chicago Bears, meski tetap mencatat 50 tangkapan sejauh 682 yard dan enam touchdown.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Kini, Moore mendapatkan kesempatan baru di Buffalo, bersama pelatih lama yang pernah membimbingnya di Carolina Panthers, Joe Brady. Brady menilai Moore masih memiliki kemampuan yang sama seperti saat dilatih lima tahun lalu, termasuk kemampuan mencetak big plays dan memanfaatkan peluang di lapangan.
Moore yang kini memasuki musim ke-29, diharapkan menjadi tambahan signifikan bagi offense Buffalo. Brady yakin pemahaman dan chemistry antara Allen dan Moore dapat berkembang cepat, mengingat mereka sudah melakukan banyak persiapan bersama di offseason.
Baca Juga: Kimi Antonelli Raih Kemenangan Gemilang di GP Jepang 2026
Moore Cocok dengan Strategi Buffalo
Sebagai wideout boundary, Moore melengkapi formasi Buffalo yang sudah memiliki Khalil Shakir di slot. Kehadirannya juga menambah ancaman di red zone, terutama berpasangan dengan tight end Dalton Kincaid. Hal ini juga mengurangi tekanan pada pemain muda Keon Coleman.
Brady memahami cara memaksimalkan potensi Moore. Statistik terbaik Moore, ketika rata-rata yard per tangkapan mencapai 18,1, terjadi saat ia bermain di bawah koordinasi Brady. Hal ini membuat pelatih yakin Moore bisa langsung berkontribusi bagi tim.
Kombinasi Moore dan Allen diharapkan membuat offense Buffalo lebih dinamis. Moore memberikan opsi tambahan untuk serangan passing, sementara Brady dapat memanfaatkan keterampilan wide receiver ini untuk meningkatkan efektivitas tim di berbagai situasi.
Ambisi Buffalo untuk Musim Mendatang
Bills menukar pilihan putaran kedua 2026 dan putaran lima 2026 demi mendapatkan Moore, menegaskan keseriusan tim dalam memperkuat serangan. Brady percaya penambahan Moore akan mempermudah pekerjaan Allen dan Shakir, serta meningkatkan performa offense secara keseluruhan.
Tujuan utama tetap memperbaiki catatan playoff tim yang kurang maksimal dalam tujuh musim terakhir. Kehadiran Moore diharapkan menjadi faktor kunci untuk membawa Buffalo melangkah lebih jauh di postseason mendatang.
Brady yakin bahwa Moore bukan hanya tambahan bakat, tetapi juga bagian dari visi strategis tim. Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan kemampuan baru, Buffalo siap menatap musim NFL berikutnya dengan optimisme tinggi. Ayo Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengetahui perkembangan berita olahraga menarik lainnya di tribunsports.com.
