Musim Formula 1 tahun ini menghadirkan perubahan besar pada regulasi teknis, terutama pada sistem unit tenaga. Namun, perubahan tersebut justru menuai kritik dari mantan pembalap F1, Johnny Herbert. Ia mengaku belum sepenuhnya menyukai performa mobil generasi terbaru yang dinilai masih memiliki banyak kekurangan.
Salah satu masalah utama terletak pada sistem pemulihan energi. Dalam situasi balapan agresif, mobil sering kehilangan kecepatan di akhir lintasan lurus karena daya baterai habis. Hal ini membuat performa mobil terasa tidak konsisten, terutama saat pembalap membutuhkan tenaga maksimal untuk menyalip lawan.
Kondisi ini memengaruhi cara pembalap mengatur strategi di lintasan. Mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan mengemudi, tetapi juga harus memperhitungkan penggunaan energi secara cermat, yang menurut sebagian pihak justru mengurangi esensi balapan itu sendiri.
Sensasi Mengemudi yang Berkurang
Johnny Herbert menyoroti hilangnya sensasi mengemudi yang dulu menjadi ciri khas Formula 1. Ia menilai bahwa teknik pengereman terlambat yang biasanya digunakan untuk mendapatkan waktu putaran terbaik kini tidak lagi efektif.
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
DOWNLOAD SEKARANG
Ia memberikan contoh di beberapa tikungan terkenal, seperti di Jepang dan Australia. Menurutnya, tikungan yang dulu menantang kini terasa berbeda karena perubahan karakter mobil. Hal ini membuat pengalaman mengemudi menjadi kurang menarik bagi para pembalap.
Meski demikian, Herbert tetap optimis bahwa regulasi ini bisa diperbaiki. Ia menyebut kemungkinan peningkatan kapasitas baterai sebagai solusi, meski hal itu juga membawa tantangan baru seperti penambahan berat dan keterbatasan ruang pada mobil.
Baca Juga: Stephen Curry Bersiap Kembali untuk Warriors
Overtaking yang Dinilai Kurang Alami
Masalah lain yang disoroti Herbert adalah proses overtaking atau menyalip. Ia menilai bahwa banyak aksi menyalip saat ini lebih bergantung pada penggunaan energi baterai daripada keterampilan pembalap.
Menurutnya, beberapa aksi overtaking yang terjadi di lintasan tidak mencerminkan duel nyata antar pembalap. Situasi ini membuat balapan terasa kurang autentik, karena kemenangan dalam duel sering ditentukan oleh teknologi, bukan kemampuan individu.
Herbert juga membandingkan kondisi ini dengan penggunaan DRS. Ia mengakui bahwa tanpa DRS, kemungkinan besar overtaking akan jauh lebih sulit. Namun, ia menilai sistem saat ini masih belum ideal dan perlu pengembangan agar balapan lebih menarik.
Sisi Positif Mobil Generasi Baru
Meski banyak kritik, Herbert menegaskan bahwa mobil F1 saat ini tetap memiliki kelebihan. Salah satu hal positif adalah desain mobil yang lebih ringan dan lincah, sehingga memungkinkan pembalap bertarung lebih dekat satu sama lain di lintasan.
Hal ini membuka peluang terjadinya duel wheel-to-wheel yang lebih seru dan menarik bagi penonton. Secara visual, balapan juga terlihat lebih hidup dengan lebih banyak aksi saling menyalip di berbagai tikungan.
Herbert menilai bahwa kunci perbaikan ke depan adalah menemukan keseimbangan antara performa mesin dan sistem energi. Jika hal ini dapat dicapai, mobil F1 generasi baru berpotensi menghadirkan balapan yang lebih kompetitif sekaligus tetap mempertahankan esensi olahraga ini. Jangan lupa ikuti tribunsports.com untuk mengetahui informasi berita olahraga menarik lainnya.
