Tim Ducati Lenovo Team mulai menyadari bahwa mereka tidak bisa terus mengandalkan Marc Marquez untuk menutupi kekurangan performa motor mereka. Musim MotoGP 2026 menjadi ujian berat setelah rival mereka, Aprilia Racing, tampil dominan di dua seri awal.
Aprilia sukses menguasai balapan pembuka di Thailand dan Brasil, langsung memimpin klasemen sementara. Hal ini membuat Ducati harus segera berbenah jika ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Meski Marquez sempat meraih kemenangan di sprint race, performa Ducati secara keseluruhan belum cukup konsisten. Ketergantungan pada satu pembalap dinilai berisiko, apalagi musim masih panjang dan persaingan semakin ketat.
Dominasi Aprilia Jadi Alarm Bahaya
Performa Aprilia musim ini benar-benar mencuri perhatian. Dalam balapan utama di Brasil, Marco Bezzecchi berhasil finis di posisi pertama, diikuti rekan setimnya Jorge Martin, menciptakan hasil finis 1-2 yang impresif.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Sementara itu, Marquez dan Fabio Di Giannantonio kesulitan mengimbangi kecepatan Aprilia di hari balapan utama. Hal ini menunjukkan bahwa keunggulan Ducati di musim-musim sebelumnya kini mulai terancam.
Manajer tim Davide Tardozzi pun mengakui bahwa Aprilia telah berkembang pesat. Ia bahkan memberikan pujian kepada rivalnya tersebut atas peningkatan performa yang signifikan sejak musim lalu.
Baca Juga:Â Travis Kelce Perpanjang Kontrak dan Tetap Bersinar di Chiefs
Fokus Perbaikan Motor Jadi Prioritas
Ducati kini menaruh fokus besar pada pengembangan motor Desmosedici. Gigi Dall’Igna sebagai pimpinan teknis tim disebut tengah bekerja keras untuk mencari solusi atas masalah performa yang muncul di awal musim.
Tardozzi menegaskan bahwa tim tidak boleh hanya bergantung pada kemampuan individu Marquez. Selain faktor cedera bahu yang masih dalam pemulihan, strategi jangka panjang membutuhkan motor yang kompetitif untuk semua pembalap.
Ducati optimistis dapat memperkecil jarak dengan Aprilia dalam seri-seri berikutnya, terutama di Austin dan Jerez. Perbaikan teknis diharapkan mampu mengembalikan daya saing mereka di lintasan.
Tantangan Berat bagi Bagnaia dan Ducati
Di sisi lain, Francesco Bagnaia juga menghadapi awal musim yang sulit. Ia mengalami insiden di Brasil yang membuatnya terjatuh saat berada di posisi ke-11, memperburuk hasil Ducati secara keseluruhan.
Tardozzi menilai bahwa tim harus memberikan motor yang lebih stabil dan mudah dikendalikan agar Bagnaia bisa tampil maksimal. Kepercayaan diri pembalap menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan ketat di MotoGP. Dengan rival yang semakin kuat dan tekanan yang meningkat, Ducati dituntut untuk segera bangkit.
Jika mampu menemukan solusi tepat, mereka masih memiliki peluang besar untuk kembali ke jalur kemenangan dan mempertahankan reputasi sebagai salah satu tim terbaik di MotoGP. Ikuti terus perkembangan informasi olahraga menarik yang kami suguhkan dengan akurasi dan detail penjelasan lengkap di tribunsports.com.
