Hari pertama GP Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA) diwarnai sejumlah insiden, termasuk kecelakaan kakak Alex, Marc Marquez, di Tikungan 10. Meski Marc tidak cedera serius, kecelakaan itu meninggalkan rasa sakit dan perhatian serius terkait keselamatan trek. Alex, pembalap Honda berusia 29 tahun, menyoroti perlunya perbaikan di beberapa titik berisiko tinggi di sirkuit.
Sesi sore juga diwarnai kecelakaan lain, termasuk terjatuhnya Alex sendiri. Ia menyoroti area sirkuit yang sangat bergelombang, terutama di titik di mana kakaknya jatuh. “Beberapa area sangat bergelombang, terutama di Tikungan 10 dan sektor terakhir. Masih lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, tapi tetap perlu perhatian,” ujarnya.
Alex menekankan pentingnya perbaikan run-off, terutama di titik kritis. Menurutnya, area tersebut cukup sempit untuk menampung kecelakaan berkecepatan tinggi. “Saya jatuh di sana pada 2022 dan menabrak dinding. Mereka bisa menambah sedikit ruang lagi di titik itu,” tambah Alex, menekankan aspek keselamatan bagi semua pembalap.
Tikungan Bergelombang dan Tantangan Sirkuit
COTA memang terkenal dengan permukaan trek yang bergelombang, terutama di beberapa tikungan cepat. Tikungan 3, sektor terakhir, dan Tikungan 10 menjadi sorotan karena kondisi permukaannya dapat mengganggu kontrol motor pada kecepatan tinggi. Alex menilai meski masih ada tantangan, kondisi kali ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Pembalap Italia, Marco Bezzecchi, juga mengomentari kondisi bergelombang trek. Ia mengakui adanya ketidakteraturan permukaan, namun menilai trek tetap cepat dan menarik. “Trek ini sedikit lebih bergelombang dibanding tahun lalu, tapi cuaca fantastis dan daya cengkram meningkat dari lap ke lap,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa meski permukaan trek tidak sempurna, faktor cuaca dan grip ban memberikan kompensasi bagi para pembalap. Namun, pembalap tetap harus berhati-hati di area kritis agar terhindar dari kecelakaan berisiko tinggi.
Baca Juga: Raphinha Cedera Berat dan Absen di Leg Perempat Final Liga Champions
Respons Pembalap dan Penilaian Trek
Luca Marini, pembalap Honda lainnya, memberi penilaian positif terkait kondisi COTA. Ia merasa trek lebih baik dari tahun lalu dan memungkinkan catatan waktu cepat. “Pagi ini Moto2 melaju cepat di FP1, jadi saya berpikir, ‘Trek bagus, bisa melakukan lap bagus.’ Dan memang begitu,” jelas Marini.
Kondisi trek yang lebih cepat tercermin dari catatan waktu Marc Marquez di sesi latihan. Ia mencatat 2m00.927s, mendekati rekor sirkuit yang dipegang Maverick Vinales pada 2024. Catatan ini menunjukkan potensi tersedianya performa tinggi meski permukaan bergelombang.
Namun, semua pembalap tetap menyadari risiko tinggi. Perbedaan suhu dan kompon ban yang digunakan menjadi faktor tambahan dalam strategi, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan untuk menghindari insiden di lap berikutnya.
Seruan Keselamatan dan Perbaikan Run-Off
Alex Marquez menegaskan bahwa keselamatan pembalap harus menjadi prioritas. Area run-off yang cukup luas penting untuk mengantisipasi kecelakaan berkecepatan tinggi, terutama di Tikungan 10. Ia berharap penyelenggara menambah ruang agar risiko cedera dapat diminimalkan.
Pengalaman kecelakaan sebelumnya menjadi pelajaran penting. Alex dan Marc menekankan bahwa trek yang menantang tetap harus aman. “Beberapa titik perlu diperbaiki, bukan hanya untuk kami, tapi untuk semua pembalap,” ujar Alex, menegaskan fokus pada keselamatan.
Dengan kondisi trek yang cepat namun berisiko, perhatian terhadap run-off, permukaan bergelombang, dan grip menjadi faktor penting. Pesan Alex dan Marquez jelas: keselamatan harus selaras dengan tantangan teknis sirkuit agar MotoGP tetap seru namun aman bagi semua pembalap. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita olahraga menarik lainnya di tribunsports.com.
