Terence Crawford menutup kariernya sebagai salah satu petinju terbaik dunia dengan rekor tak terkalahkan. Petinju asal Omaha ini meraih gelar dunia kelas welterweight versi WBO pada 2018 setelah mengalahkan Jeff Horn, yang sebelumnya sempat menumbangkan Manny Pacquiao. Kemenangan ini menegaskan Crawford sebagai salah satu petinju elite di divisi welter.
Setelah itu, ia mempertahankan gelar enam kali sebelum meraih kemenangan monumental melawan Errol Spence Jr, sehingga menjadi juara tak terbantahkan. Kemenangan ini memperkokoh reputasinya sebagai petinju kelas dunia yang mendominasi berbagai lawan tangguh.
Crawford kemudian naik ke kelas super welterweight dan super middleweight. Di divisi yang lebih tinggi, ia menorehkan prestasi penting dengan mengalahkan Saul Canelo Alvarez, menjadikannya salah satu dari sedikit petinju yang berhasil menjadi juara dunia di lima kelas berbeda.
Dua Lawan yang Tidak Pernah Dihadapi
Di balik kesuksesannya, Crawford mengungkap ada dua petinju yang seharusnya menjadi lawannya, tetapi duel itu tidak pernah terjadi. Dalam wawancara, ia menyebut Jaron “Boots” Ennis dan Vergil Ortiz Jr sebagai petinju yang memilih menghindari pertarungan dengannya.
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
DOWNLOAD SEKARANG
Crawford mengatakan bahwa ia terbuka menghadapi penantang muda yang sedang naik daun. Namun, Ennis memilih keluar dari peringkat WBO, sementara Ortiz juga tidak melanjutkan jalur menuju perebutan gelarnya. Akibatnya, Crawford harus menghadapi Shawn Porter sebagai lawan selanjutnya.
Situasi ini menimbulkan spekulasi di kalangan penggemar tinju mengenai bagaimana hasil pertarungan jika keduanya bersedia menghadapi Crawford. Banyak yang percaya bahwa duel ini bisa menjadi salah satu pertarungan paling menarik di era welterweight.
Baca Juga: Robert Saleh Puas dengan Kedalaman Running Back Titans
Status Terkini Ennis dan Ortiz
Saat ini, Jaron Ennis tetap menjadi salah satu kekuatan utama di divisi super welterweight. Ia pernah menyandang status juara dunia dan kini dijadwalkan menghadapi Xander Zayas dalam perebutan gelar di divisi lebih tinggi. Kariernya terus menunjukkan perkembangan, meski tidak pernah bertemu dengan Crawford.
Vergil Ortiz Jr juga mempertahankan status tak terkalahkan dan kini memegang gelar interim WBC. Meski sempat ada rumor pertarungan melawan Crawford, berbagai kendala, termasuk masalah promosi, membuat duel tersebut tidak terwujud. Ortiz tetap menjadi ancaman besar bagi setiap petinju di divisinya.
Kedua petinju ini menunjukkan bahwa meski tidak bertemu Crawford, mereka tetap membangun reputasi yang solid dan menjadi bintang masa depan tinju dunia. Perkembangan karier mereka menjadi bahan perbincangan dalam komunitas tinju.
Warisan dan Spekulasi Pertarungan
Dengan Crawford yang sudah pensiun, peluang melihat duel melawan Ennis dan Ortiz praktis tertutup. Namun, pernyataan Crawford kembali memicu perdebatan di kalangan penggemar tentang bagaimana hasil pertarungan tersebut jika benar-benar terjadi.
Warisan Crawford tidak hanya soal gelar dan rekor, tetapi juga aura dominasi di ring. Fakta bahwa ada lawan yang menghindarinya menegaskan betapa sulitnya menghadapi petinju sekelas Crawford di puncak kariernya. Spekulasi ini juga memberi pelajaran tentang risiko dan peluang dalam dunia tinju.
Banyak pertarungan besar tidak pernah terjadi karena keputusan promosi, kontrak, atau strategi pribadi. Crawford tetap dikenang sebagai salah satu petinju terhebat, sementara Ennis dan Ortiz terus membangun kisah mereka masing-masing. Jika Anda ingin mengetahui perkembangan berita olahraga menarik lainnya, Anda bisa kunjungi link di sini tribunsports.com.
